Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Disdik Samarinda Tegaskan Tak Ada Perploncoan dan Jual Beli Buku, Sambut Tahun Ajaran Baru

Disdik Samarinda Tegaskan Tak Ada Perploncoan dan Jual Beli Buku, Sambut Tahun Ajaran Baru

cek disini

Kabar Samarinda- Disdik Samarinda memastikan kesiapan seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Tahun ajaran baru akan dimulai serentak pada Senin (14/7), dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar.

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan bahwa selain kesiapan administrasi dan fasilitas sekolah, pihaknya juga mengawasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) agar berjalan positif dan bebas dari praktik perploncoan.

MPLS Bebas Perploncoan, Sekolah Diminta Fokus pada Pengenalan Lingkungan

MPLS merupakan momen penting bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Namun, di masa lalu, tidak jarang MPLS diwarnai aksi perploncoan yang justru menimbulkan trauma bagi peserta didik. Menyikapi hal ini, Asli Nuryadin menekankan bahwa tidak boleh ada atribut aneh, tugas tidak masuk akal, atau bentuk perpeloncoan lainnya selama MPLS berlangsung.

“MPLS harus diisi dengan kegiatan yang membangun dan memperkenalkan lingkungan sekolah, bukan hal-hal yang tidak perlu. Kalau ada pelanggaran, sekolah akan diberikan sanksi,” tegas Asli pada Jumat (11/7).

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bagi sekolah-sekolah di Samarinda agar menciptakan suasana MPLS yang edukatif, ramah, dan menyenangkan bagi siswa baru.

Larangan Jual Beli Buku Paket dan LKPD, Pemerintah Sediakan Buku Gratis

Selain soal MPLS, Disdik Samarinda juga mengingatkan bahwa tidak diperbolehkan lagi praktik jual beli buku paket maupun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) di lingkungan sekolah. Kebijakan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana orang tua siswa kerap dibebani dengan pembelian buku tambahan.

“Buku-buku tersebut sudah disediakan oleh pemerintah daerah. Sekolah tidak boleh memaksa orang tua membeli buku atau LKPD,” jelas Asli.

Namun, untuk seragam sekolah, pengadaannya tetap menjadi tanggung jawab orang tua. Meski demikian, Disdikbud memastikan bahwa tidak boleh ada tekanan dari sekolah jika orang tua belum mampu membelikan seragam baru.

“Kalau orang tua belum mampu membeli seragam, tidak masalah. Anak bisa tetap sekolah dengan pakaian biasa. Yang penting jangan sampai ada tekanan dari sekolah,” tegasnya.

Disdik Samarinda Tegaskan Tak Ada Perploncoan dan Jual Beli Buku, Sambut Tahun Ajaran Baru
Disdik Samarinda Tegaskan Tak Ada Perploncoan dan Jual Beli Buku, Sambut Tahun Ajaran Baru

Baca Juga: DPUPR Samarinda Umumkan Hasil Appraisal Warga Kelurahan Bandara, Target Pembayaran Akhir Juli

Hari Pertama Sekolah, Orang Tua Dianjurkan Antar Anak

Untuk menciptakan kedekatan emosional antara keluarga, siswa, dan sekolah, Disdikbud Samarinda menganjurkan agar orang tua mengantar anaknya pada hari pertama sekolah. Hal ini diharapkan dapat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan barunya sekaligus membangun komunikasi positif antara orang tua dan pihak sekolah.

“Kehadiran orang tua di hari pertama sekolah sangat penting untuk memberikan dukungan psikologis kepada anak, terutama bagi siswa yang baru pindah jenjang pendidikan,” ujar Asli.

Kesiapan Sekolah Terpadu Samarinda

Salah satu fokus Disdikbud Samarinda tahun ini adalah Sekolah Terpadu, yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Asli memastikan bahwa proses persiapan berjalan sesuai rencana, meskipun ada beberapa hal teknis yang masih diselesaikan, terutama untuk jenjang SMA yang masih melaksanakan tes seleksi.

“Pihak sekolah dan guru dinyatakan siap menerima siswa baru. Meski bangunan sekolah masih baru dan ada beberapa perbaikan kecil, pada prinsipnya semua fasilitas siap digunakan,” jelasnya.

Selain itu, Asli juga menepis isu ketidaktransparanan dalam pengangkatan guru di Sekolah Terpadu. Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen berjalan normal dan tidak ada masalah signifikan.

“Kami sudah bertemu dengan para guru, tidak ada masalah yang ekstrem. Semua berjalan sesuai prosedur,” pungkasnya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *