Samarinda- warga Jalan Padat Karya Sudah hampir setahun , Gang Karya Bersama, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, merasakan tekanan air yang sangat lemah. Bahkan, sebulan terakhir, beberapa rumah sama sekali tidak kebagian air. Padahal, tagihan air mereka tetap datang setiap bulan, dengan nominal yang justru membengkak hingga dua kali lipat.
Frustasi dengan kondisi ini, lebih dari 20 warga mendatangi kantor pusat Perumdam Tirta Kencana di Jalan Tirta Kencana, Senin (23/6). Mereka menuntut solusi permanen atas masalah air bersih yang sudah berlarut-larut.
Tagihan warga Membengkak, Air Tak Jelas
Wastori, Wakil Ketua RT 35, yang turut mendampingi warga, mengungkapkan betapa sulitnya kehidupan sehari-hari tanpa pasokan air yang memadai.
“Sudah hampir setahun air kecil, sebulan belakangan malah ada yang mati total. Tiap hari harus beli air, padahal tiap bulan tetap bayar ke PDAM,” keluhnya.
Bukan hanya rumah tangga yang terdampak. Fasilitas umum seperti langgar juga kesulitan air. “Kami harus beli dua tandon air setiap dua hari. Ini fasilitas umum, masa harus keluar biaya terus?” tambah Wastori.
Keluhan Berulang, Perbaikan Hanya Sementara
Warga mengaku sudah berkali-kali melapor, baik kepada petugas pencatat meteran maupun langsung ke kantor Perumdam. Beberapa kali perbaikan dilakukan, tetapi hasilnya hanya bertahan sebentar.
“Paling diperbaiki sekali, lalu air kecil lagi. Diduga karena endapan tanah di pipa,” ujar salah seorang warga.

Karena merasa tidak ada perubahan signifikan, warga akhirnya memutuskan untuk datang langsung ke kantor Perumdam. Mereka berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar perbaikan sementara yang kembali bermasalah setelah beberapa hari.
Respon Cepat Perumdam, Tapi Akankah Bertahan Lama?
Manajemen Perumdam Tirta Kencana merespon cepat kedatangan warga. Direktur Teknik, Kaharuddin, bersama tim langsung turun ke lokasi untuk memeriksa jaringan pipa.
Hasil pemeriksaan menemukan beberapa masalah:
-
Pipa tersumbat sedimentasi – Endapan tanah mengganggu aliran air.
-
Kebocoran di Blok D – Menyebabkan tekanan air tidak merata.
“Kami langsung bersihkan pipa dan meteran. Juga lakukan pembongkaran di titik bocor. Dari hasil pengecekan, tekanan air sebenarnya normal. Tapi memang ada kerusakan yang menyebabkan distribusi terganggu,” jelas Kaharuddin.
Ia berjanji akan meningkatkan rutinitas pembersihan jaringan, terutama di wilayah rawan endapan. “Kami terbuka jika ada laporan. Jika kebocoran terdeteksi, tim kami siap turun dalam waktu kurang dari satu hari,” tegasnya.
Warga Berharap Solusi Permanen
Meski apresiatif dengan respons cepat Perumdam, warga berharap solusi yang diberikan tidak sekadar tambal sulam.
“Kami berharap perbaikan yang permanen, atau setidaknya ada pemeliharaan berkala. Jangan langsung ditinggal setelah perbaikan,” harap Wastori.
Kasus di Sempaja Utara ini bukan yang pertama. Banyak wilayah di Samarinda kerap mengeluhkan tekanan air lemah, kebocoran pipa, hingga tagihan membengkak tanpa alasan jelas.














