Balikpapan – Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kalimantan Timur resmi masuk daftar lima jalan tol terpanjang di Indonesia. Ruas tol ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah, termasuk akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Indonesia kini memiliki 3.092,79 kilometer jalan tol yang sudah beroperasi di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan. Dari ribuan kilometer jalan bebas hambatan itu, beberapa ruas mencetak rekor sebagai yang terpanjang.
Tol Balsam, Ruas Tol Terpanjang di Kalimantan
Tol Balikpapan-Samarinda dikelola oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) dengan total panjang 97,27 km. Jalan tol ini menghubungkan Kota Balikpapan di bagian selatan dengan Kota Samarinda di bagian utara. Rutenya juga melewati Kabupaten Kutai Kartanegara dan kawasan Samboja.
Tol Balsam diresmikan pada Desember 2019, sekaligus menandai sejarah baru karena menjadi jalan tol pertama yang dibangun di Pulau Kalimantan. Kehadirannya membuka akses cepat antar kota utama di Kalimantan Timur, mempersingkat waktu tempuh, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Saat ini, pembangunan Tol Balsam berlanjut dengan rute tambahan yang akan langsung melintasi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ujung bagian utara tol ini bahkan sudah terhubung dengan Jembatan Mahkota Samarinda atau Jembatan Achmad Amins, yang menjadi jalur penting menuju pusat kota Samarinda.
Baca Juga : Polisi Amankan Satu Pelaku Bom Molotov dalam Demo
Daftar Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Selain Tol Balsam, berikut adalah empat jalan tol lain yang masuk daftar ruas tol terpanjang di Indonesia:
1. Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) – 189,40 km
Tol Terpeka berada di posisi pertama sebagai ruas tol terpanjang di Indonesia. Jalan tol ini menjadi bagian penting dari Tol Trans Sumatera karena menghubungkan wilayah Lampung hingga Sumatera Selatan.
Keberadaan Terpeka mempercepat distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Ruas ini kini menjadi tulang punggung konektivitas Sumatera bagian selatan.
2. Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) – 140,41 km
Di urutan kedua ada Tol Bakter yang menghubungkan Pelabuhan Bakauheni di Lampung dengan Terbanggi Besar. Jalur ini berperan vital sebagai pintu masuk kendaraan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.
Dengan beroperasinya Tol Bakter, perjalanan darat dari pelabuhan menuju kawasan Lampung Tengah menjadi jauh lebih cepat, sehingga arus logistik dan mobilitas masyarakat lebih lancar.
3. Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) – 131,69 km
Ruas tol ini menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau. Dengan panjang 131,69 km, Tol Permai memangkas waktu tempuh perjalanan antarkota, sekaligus memperkuat jalur distribusi ekspor-impor melalui Pelabuhan Dumai.
Baca Juga : DPPKB Samarinda Dorong Sinergi Lintas Sektor Melalui SIPERINDU
Tol Permai juga mendorong pertumbuhan sektor industri, perkebunan, dan perdagangan di wilayah Riau serta kawasan timur Sumatera.
4. Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) – 116,75 km
Tol Cipali menjadi ruas tol terpanjang di Pulau Jawa. Jalan tol ini menghubungkan Cikopo, Purwakarta, hingga Palimanan, Cirebon, sekaligus berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan di lintas Pantura.
Selain memangkas waktu tempuh, Cipali mempercepat konektivitas Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Ruas ini juga menjadi jalur utama saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
Tol Balsam Perkuat Akses Menuju IKN
Dengan posisi kelima sebagai ruas tol terpanjang di Indonesia, Tol Balsam memiliki peran strategis lebih besar ke depan. Pembangunannya tidak hanya untuk memperlancar mobilitas antar kota di Kalimantan Timur, tetapi juga mendukung akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tol ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur vital dalam mewujudkan konektivitas modern di Kalimantan. Kehadirannya juga memperkuat daya saing ekonomi lokal, mengurangi biaya logistik, dan membuka peluang investasi baru.
“Tol Balsam bukan sekadar jalur penghubung, melainkan simbol transformasi infrastruktur Kalimantan Timur menuju era baru bersama IKN,” tulis BPJT dalam unggahannya di Instagram resmi @pupr_bpjt.














