Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Polisi Bongkar Makam Anak 14 Tahun di Kukar, Selidiki Kekerasan

cek disini

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Polisi melakukan pembongkaran makam seorang anak berinisial R (14) di Tempat Pemakaman Muslimin, Jalan Soekarno-Hatta, setelah ibu korban melaporkan adanya kejanggalan pada kematian anaknya.

Baca juga:Daftar Sekolah Penerima Adiwiyata Kota Samarinda 2025, Melatih Anak-anak Berinteraksi

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agusetyawan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian mengangkat jenazah R untuk kepentingan pemeriksaan forensik. “Laporan dari masyarakat menjadi dasar kami melakukan pemeriksaan. Dugaan awal terkait tindak pidana membuat kami mengekshumasi jenazah untuk otopsi,” ujar Agusetyawan, Senin (24/11/2025).

Polisi menduga R menjadi korban kekerasan oleh teman sebaya, namun pihak kepolisian akan menunggu hasil otopsi yang diperkirakan keluar dalam dua minggu. Selain eksumasi, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan yang relevan. Agusetyawan menambahkan, “Kami menunggu hasil tim dokter forensik untuk memastikan apakah kematian korban mengandung unsur pidana. Hasil otopsi ini akan menjadi dasar langkah penyidikan selanjutnya.”

Diduga Meninggal Karena Kekerasan, Makam Bocah 14 Tahun Diekshumasi - BusamID - Media Kreatif Dari Samarinda, Untuk Indonesia

Kasus bermula pada Jumat (31/10/2025), ketika R pulang ke rumah dalam kondisi menangis dan mengeluh sakit kepala. Ibunya, Sartia (41), mengira anaknya hanya kelelahan. “Dia datang jam 9 malam sambil menangis, katanya kepalanya sakit. Saya pikir cuma sakit biasa, jadi saya kasih minyak kayu putih,” ujar Sartia.

Baca juga: Festival Mahakam Identitas Budaya Kota Samarinda

Tak lama kemudian, kondisi R memburuk. “Saya panggil-panggil, tapi dia tidak merespons. Sekitar jam setengah satu malam terdengar suara ngorok, tak lama kemudian dia meninggal,” kata Sartia. Keesokan paginya, keluarga menemukan kejanggalan pada tubuh R: busa di mulut, darah di hidung, lebam di punggung, dan pembengkakan pada mata.

Awalnya keluarga tidak mencurigai apa pun dan memakamkan R tanpa visum. Namun status WhatsApp seorang teman korban memicu kecurigaan dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian, sehingga polisi memutuskan melakukan eksumasi jenazah R untuk penyelidikan lebih lanjut.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *