Samarinda – Benang Kusut Arisan Macet Kasus macetnya arisan online di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), semakin rumit setelah proses mediasi antara member dan pihak owner kembali menemui jalan buntu.
Puluhan peserta yang mayoritas perempuan kini mendorong penyelesaian hukum setelah perkembangan terbaru dinilai semakin janggal dan tak memberikan kejelasan.
Mediasi yang berlangsung di Polresta Samarinda pada Minggu malam (30/11/2025) awalnya diharapkan menjadi titik terang.
Namun, pengakuan mengejutkan dari salah satu owner justru memicu kemarahan peserta.
Menurut kuasa hukum member, Rizky Febryan, salah satu owner mengaku telah menjual aset pribadinya, tetapi uang hasil penjualan itu justru diserahkan kepada keluarganya.
“Dalam mediasi kemarin, salah satu owner menyampaikan bahwa aset sudah dijual dan uangnya diserahkan ke orang tuanya,” sebut Rizky, Selasa (2/12/2025).
Pengakuan tersebut kemudian membuat para member menuntut mediasi lanjutan dengan menghadirkan pihak keluarga owner.
Baca Juga : Polresta Samarinda Mediasi Arisan Macet Rugikan Ratusan Emak–emak, Owner Janji Kembalikan Uang

Namun, rencana pertemuan pada Senin (1/12/2025) itu batal total karena keluarga menolak ikut campur.
“Kami dikabari kalau pertemuan ketiga nantinya itu tidak jadi. Alasannya, keluarga tidak mau ikut campur. Padahal owner mengatakan aset yang dijual diberikan kepada keluarganya,” tegas Rizky.
Kondisi makin mencurigakan setelah beberapa member mencoba mendatangi rumah owner, tetapi rumah dalam keadaan kosong.
Situasi ini mendorong para peserta arisan untuk menyiapkan laporan resmi ke Polresta Samarinda.
Meski begitu, Rizky menyebut masih ada kabar bahwa pihak owner sedang mencari cara lain untuk mengembalikan kerugian member.
“Kami juga mendapat kabar, pihak owner masih mencari alternatif untuk menyelesaikan kewajibannya (pemulihan dana) kepada member. Masih kita tunggu kabar ini (sebelum melayangkan laporan resmi),” pungkasnya.
macetnya arisan online di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), semakin rumit setelah proses mediasi antara member dan pihak owner kembali menemui jalan buntu.
kuasa hukum member, Rizky Febryan, salah satu owner mengaku telah menjual aset pribadinya, tetapi uang hasil penjualan itu justru diserahkan kepada keluarganya.
juga mendapat kabar, pihak owner masih mencari alternatif untuk menyelesaikan kewajibannya (pemulihan dana) kepada member. Masih kita tunggu kabar ini (sebelum melayangkan laporan resmi),” pungkasnya.
















