Kota Samarinda – Banjir Kiriman Rendam Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu sore (7/9/2025) kembali melumpuhkan aktivitas warga di RT 2, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Genangan air setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 20 sentimeter menutup akses sejumlah gang hingga mengganggu kegiatan warga.
Sebagian kendaraan terpaksa dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari rendaman.
Kondisi ini kerap dialami warga setempat karena wilayah tersebut menjadi langganan banjir.
Agung (43), warga RT 2, menyebut air yang menggenangi pemukiman berasal dari kawasan H.A.M Rifaddin.
Warna cokelat pada air kiriman membuat banjir lebih lama surut.
“Hujan kemarin ini, ini air kiriman. Ini tadi malam 30 cm, ini dua puluh centimeter sudah mulai surut,” katanya, Senin (08/09/2025).
Menurutnya, banjir di kawasan itu sebenarnya biasanya tidak bertahan lama.
Baca Juga : DPRD Kaltim Temukan Air Laut Digunakan untuk Bangun Turap di Marangkayu Kukar

Namun, jika terjadi air kiriman, genangan menjadi lebih sulit mengering.
“Sebenarnya di sini itu banjir hanya sebentar, tapi karena air kiriman seperti ini warna coklat makanya lama, karena ini air kiriman,” jelasnya.
Sebagai upaya bertahan, warga telah meninggikan rumah masing-masing.
Agung sendiri mengaku sudah tiga kali melakukan penambahan tinggi lantai sejak 2012.
“Di sini sudah banyak rumah ditinggikan, biar aman. Ini sudah tiga kali ditinggikan,” katanya.
Sementara itu, warga lain bernama Suparti menuturkan, meluapnya air juga disebabkan folder di kawasan tersebut tidak mampu menampung debit hujan.
“Ada folder dan drainase juga tapi karena air meluap ya jadi seperti ini,” ungkapnya.
Warga berharap ada solusi permanen agar genangan air tidak terus menjadi masalah berulang setiap musim hujan.
Kalimantan Timur, pada Minggu sore (7/9/2025) kembali melumpuhkan aktivitas warga di RT 2, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, lutut orang dewasa atau sekitar 20 sentimeter menutup akses sejumlah gang hingga mengganggu kegiatan warga.
menyebut air yang menggenangi pemukiman berasal dari kawasan H.A.M Rifaddin, ini air kiriman. Ini tadi malam 30 cm, ini dua puluh centimeter sudah mulai surut,” katanya, Senin (08/09/2025).














