Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pemkot Samarinda Perkuat Pengelolaan Sampah

cek disini

Samarinda – Pemerintah Kota ( Pemkot ) Samarinda terus mendorong penguatan pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi besar mitigasi bencana, khususnya banjir yang masih sering terjadi akibat penyumbatan drainase. Komitmen ini kembali ditegaskan dalam Dialog Tanggap Bencana Kentongan RRI Samarinda yang menghadirkan Camat Samarinda Ulu, Sujono, M.Si, dan Lurah Teluk Lerong Ilir, Fahrurrozi, S.Sos.


Regulasi Sudah Kuat, Implementasi Harus Dimaksimalkan

Dalam dialog tersebut, Camat Sujono menjelaskan bahwa dasar hukum pengelolaan sampah di Samarinda sudah sangat jelas, mulai dari Perda Nomor 2 Tahun 2011 hingga Perwali Nomor 18 Tahun 2022. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan tinggal memastikan implementasi aturan berjalan optimal di seluruh wilayah.

“Kami mendorong agar semua warga benar-benar menjalankan aturan yang sudah disepakati bersama. Pengelolaan sampah adalah kewajiban kolektif sebagai warga Samarinda,” ujar Sujono.

Ia menambahkan bahwa program prioritas Wali Kota melalui skema Perubahan telah mendorong gerakan pemilahan sampah rumah tangga secara masif sepanjang 2025. Namun, Sujono menilai tindak lanjutnya masih perlu diperkuat di tingkat RT dan kelurahan.

Baca Juga  : Pemkot Samarinda Gelar Sosialisasi LPJ Bantuan Keuangan Parpol


Target Setiap Kelurahan Bentuk Bank Sampah Berbasis RT

Untuk mempercepat progres, kecamatan mewajibkan seluruh kelurahan memfasilitasi pembentukan bank sampah berbasis RT. Sujono menargetkan minimal satu bank sampah untuk setiap lima RT.

“Jika delapan kelurahan sudah membentuk bank sampah sesuai target, kami akan melakukan launching bersama DLH dan mitra pengepul,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa bank sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS, tetapi juga berpotensi memberi nilai ekonomi bagi warga.


Pengolahan Sampah Organik Diperkuat Lewat Komposter RT

Transformasi Total Pengelolaan Sampah di Kota Tepian, Pemkot Samarinda Akhiri Metode Open Dumping Pemkot
Pemkot

Selain sampah anorganik, kecamatan juga menyiapkan skema pengolahan sampah organik melalui penyediaan drum komposter di tingkat RT pada 2026. Komposter akan ditempatkan di area permukiman padat agar mudah dijangkau warga.

“Kami ingin masyarakat punya tempat praktis untuk membuang sampah organik. Jika sistem ini berjalan baik, volume sampah ke TPS bisa turun signifikan dan komposnya dapat bernilai ekonomi,” paparnya.


25–30 Persen Penyumbatan Drainase Disebabkan Sampah

Sujono kemudian menyoroti tingginya kontribusi sampah terhadap banjir. Menurutnya, 25–30 persen penyumbatan drainase berasal dari sampah rumah tangga yang tidak terangkut tepat waktu atau dibuang sembarangan.

Untuk mengatasinya, kecamatan mengoptimalkan kerja bakti dua kali sebulan, sesuai instruksi Wali Kota.

Baca Juga :  Pengelola TPS Ingatkan Warga Samarinda Disiplin Buang Sampah

“Penanganan sampah harus dimulai dari disiplin lingkungan. TPS harus dijaga, jam buang sampah dipatuhi, dan kerja bakti dilakukan secara konsisten,” tegasnya.


Lurah Teluk Lerong Ilir: Tantangan Diatasi dengan Edukasi dan Inovasi

Sementara itu, Lurah Teluk Lerong Ilir, Fahrurrozi, menyampaikan bahwa wilayahnya menghadapi tantangan unik karena tidak memiliki TPS sendiri dan berada di kawasan berbukit. Kondisi ini menyulitkan petugas kebersihan menjangkau beberapa titik.

Namun, ia menolak menjadikan hal tersebut sebagai hambatan.

“Ini bukan kendala, tetapi tantangan yang harus kami jawab dengan inovasi dan edukasi kepada warga, terutama melalui penguatan bank sampah,” ujar Fahrurrozi.

Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan. Karena itu, pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif agar warga tetap konsisten memilah dan membuang sampah pada tempatnya.


Warga Dukung Penguatan Pengelolaan Sampah

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya partisipasi melalui telepon dan media sosial RRI selama dialog berlangsung. Salah satu pendengar, Pak Mamat, memberi imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan terus memilah sampah basah serta kering sebelum dibuang ke TPS.


Ajakan Terbuka untuk Warga Samarinda Ulu

Di akhir dialog, Camat dan Lurah mengajak seluruh masyarakat Samarinda Ulu untuk memanfaatkan fasilitas bank sampah dan komposter yang akan disediakan.

Pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan juga berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir di beberapa titik rawan di Kota Samarinda.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *